Pengalaman berharga
yang nggak pernah bisa lupa rasa awal dan akhirnya adalah melahirkan. Setiap ibu saya yakin pasti mau melahirkan normal kecuali ada alasan tertentu yang
memang mengharuskan untuk sc. Satu tahun tertunda belum hamil jadi kesempatan
saya untuk cari informasi tentang kehamilan dan melahirkan.
“kalau mau lahiran
normal harus rajin jalan kaki, dll”
Kalimat yang
sering saya dengar dan saya baca. Hampir semua kegiatan atau aktivitas untuk
membantu proses persalinan biar bisa normal sudah saya lakukan. kecuali minum
jamu ππ
Saya juga rutin
cek kandungan setiap tiga bulan sekali dan sebulan sekali mulai usia kehamilan 7
bulan. Mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir) saya cek seminggu sekali di RS yang
menjadi pilihan untuk persalinan nanti. Semua nasehat dan petunjuk dokter juga kami lakukan dengan sebaik mungkin. Tapi manusia hanyalah perencana, Allah-lah penentu segalanya.
Sama seperti
orang lain saya berharap melahirkan dengan proses normal (spontan), semuanya selamat, sehat dan ‘MUDAH’ π
HPL sudah lewat 2 hari tapi saya belum juga merasa ada tanda-tanda mau melahirkan.Tiba di hari ke 3 kontraksi mulai terasa tapi ternyata hanya kontraksi palsu. Khawatir kondisi di dalam kandungan, saya akhirnya datang ke RS dengan harapan janin masih sehat dan bisa melahirkan dengan selamat.
Tiba di RS cek ketuban dan kondisi masih bagus, ketuban masih banyak dan kondisi janin masih sehat dan masih sangat aktif di dalam sana.
“masih bagus
semua mbak, opname aja ya biar lahiran hari ini”
Kalimat dokter yang tanpa permisi.
.....
Tanpa berfikir panjang saya setuju dengan keputusan dokter. Saya yakin dokter lebih tau daripada saya. Jam 16.00 masuk ruang inap, jam 20.00 jadwal untuk injeksi oksitosin (induksi) melalui selang infus. Sebelum mulai injeksi, perbanyak dzikir, shalawat dan jalan kaki. Ya, sampai di RS pun saya masih jalan kaki. Padahal saya setiap hari rajin olahraga selama hamil, tapi mungkin utun masih betah di dalam perut jadi harus di bujuk dulu di RS iniπ
Jam 21.00 efek obat mulai bekerja. Selisih 30 menit sudah ada tanda merah putih yang menandakan serviks sudah siap untuk memulai perjlanannya. Total kontraksi awal sampai melahirkan saya 3 jam. Saya melahirkan pukul 00.48 WIB di saat orang-orang banyak yang terlelap.
Bagi saya ini adalah pengalaman pertama dan tidak bisa dibandingkan peristiwa atau perasaan manapun. Rasa saat kontraksi juga tidak terlalu sakit, hanya rasa mulas yang hebat dan tentu nggak boleh mengejan sendiri tanpa aba-aba dokter walaupun si jabang bayi memberontak keluar.
Bagi saya induksi atau tidak, rasanya sama. Karena semua yang dilewati persis yang saya baca. Nggak ada yang 'terlalu sakit' seperti orang-orang banyak bercerita kepada saya. Selama hamil, beberapa orang seperti menakut-nakuti dengan bercerita kalau proses melahirkan melalui induksi itu sakit.
Saya sempat mengajukan pertanyaan saat proses jahit kebetulan saya nggak dibius jadi saya bisa ngobrol dengan perawat.
"Suster, kenapa tadi ketuban saya seperti di robek?"
Ketuban saya memang di robek untuk mempercepat persalinan karena sudah pembukaan lengkap. Menurut suster, persalinan saya terhitung cepat. Mungkin memang sudah waktunya atau mungkin juga karena bantuan induksi. Tapi ada beberapa orang yang melahirkan melalui proses induksi dan jarak waktu yang dilalui sangat lama. Ada yang 24 jam bahkan ada yang sampai 3 hari.
"Bukankah induksi bertujuan untuk mempercepat kelahiran? Kalau sampai 3 hari artinya lebih lama daripada tindakan operasi. Menurut pengalaman dari orang terdekat saya yang mengalami kegagalan proses persalinan dengan induksi, induksi gagal karena memang janin belum siap lahir.
Induksi gagal karena tubuh menunggu respon alami dari janin bahwa sudah siap untuk keluar sehingga rahim akan merespon dan membuka jalan lahir. Tapi jika usia kehamilan memang sudah memasuki waktu persalinan dan janin belum mengeluarkan signal alami, induksi pun gagal untuk memicu kontraksi, biasanya dokter akan menyarankan tindakan operasi untuk menyelamatkan janin dan ibu.
Jika terlalu banyak hormon oksitosin yang mengalir di dalam tubuh dan tubuh belum ada respon untuk membuka jalan lahir. Maka inilah yang akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Biasanya rasa sakit timbul menandakan kegagalan induksi atau sudah beberapa kali dilakukan injeksi hormon oksitosin ke dalam tubuh. Itulah mengapa induksi bisa terjadi selama beberapa hari dan menimbulkan rasa sakit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar